when my finger start to blab, I share my story from my life, but not whole of my chronicle
Sabtu, 07 Mei 2011
nge_kost?
katanya ngekost itu nggak asyik,, katanya hidup jauh dari orang tua itu susah. Tapi, setelah 2 minggu saja menjalani aktivitas sebagai anak kost2an ,, sepertinya tidak ada keluhan. Semua berjalan lancar dan semuanya baik2 saja.
selamat ulang tahun G AKSI
Hari ini 7 Mei 2011. Itu artinya setahun telah berlalu. Setahun sudah aku tidak bertemu dengan teman-teman G AKSI. Genap setahun kenangan itu terukir dibenakku. Senam pagi di Lapangan Gajah Mada, bernyanyi bersama di ruang makan bersama teman2 G AKSI Papua *Oche, Vhe, Ruth, Nico. Setahun sudah aku berkenalan dengan Hanna * G AKSI Riau. Ya, selama 1 minggu d Cibubur, aku sekamar dengan Hana. Amarilis 201 yang tiap hari selalu berantakan kini tinggal knangan. Kira2 di G AKSI 2, kontingen mana ya yg menghuni kamar amarilis 201?
Wiladatika memang penuh dengan cerita indah bersama teman2 pengurus OSIS seluruh Indonesia. Kalau saja waktu bisa diputar kembali, aku ingin merasakan kembali kenangan itu. Aku ingin bertemu lagi dengan Pak Gimin, Kasirun,dan kalian semua sahabat...Ya Allah, semoga saja suatu saat nanti kami dapat berkumpul kembali di Wiladatika setelah kami berhasil dan menjadi orang yang sukses sesuai dengan ikrar yang telah terucap di Wiladatika
Rabu, 13 April 2011
tetangga sebelah kembali ber'ulah', perbatasan wilayah jadi masalah (Indonesia vs Malaysia)
Ibarat tom and jerry, itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan hubungan Indonesia dan Malaysia. Negara serumpun ini hampir tak pernah akur. Berbagai masalah selalu menerpa keharmonisan hubungan kedua negara bahkan semenjak kemerdekaan kedua bangsa ini. Pada masa orde lama, terjadi konflik antara Indonesia dan Malaysia yang dikenal dengan sebutan "ganyang Malaysia". Pada saat itu, Indonesia bahkan lebih memilih untuk keluar dari keanggotaan PBB akibat terpilihnya Malaysia sebagai anggota tidak tetap dewan keamanan PBB. Meskipun hubungan kembali membaik, namun hingga masa reformasi pun konflik itu bagaikan tiada henti. Beberapa saat yang lalu, publik digemparkan dengan pemberitaan mengenai prahara rumah tangga Manohara Odelia Pinot dengan Pangeran Kelantan. Setelah kasus tersebut bergulir, rentetan kasus demi kasus menerpa Indonesia dan Malaysia. Kasus tertangkapnya ABK Kepulauan Riau yang disiksa polisi diraja Malaysia, hingga pertandingan piala AFF pun tak luput dari perselisihan. Tentunya kita masih ingat tentang kekalahan Indonesia di piala AFF desember silam. Ganyang Malaysia kembali mencuat.
Setelah beberapa saat sempat mereda, prahara itu kembali hadir diantara kedua negara ketika kapal nelayan Malaysia tertangkap diperbatasan Indonesia (Sumatera Utara-red). Kapal nelayan Malaysia ditangkap karena melanggar batas teritorial dan menangkap ikan dengan pukat harimau. Ketika proses penangkapan berlangsung, helikopter Malaysia terbang rendah dan menginstruksikan agar petugas Indonesia melepaskan kapal nelayan Malaysia. Namun peringatan itu tidak dihiraukan petugas Indonesia. Mereka tetap menggiring kapal nelayan Malaysia untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Semoga pemerintah melalui Departemen kelautan dan perikanan dapat merampungkan kasus ini sehingga kisruh antara negara serumpun ini tidak berlarut-larut dan kedua negara dapat melangsungkan kehidupan berbegara yang akur bagai si Unyil dan Usro atau bahkan bagai Upin dan Ipin.
Setelah beberapa saat sempat mereda, prahara itu kembali hadir diantara kedua negara ketika kapal nelayan Malaysia tertangkap diperbatasan Indonesia (Sumatera Utara-red). Kapal nelayan Malaysia ditangkap karena melanggar batas teritorial dan menangkap ikan dengan pukat harimau. Ketika proses penangkapan berlangsung, helikopter Malaysia terbang rendah dan menginstruksikan agar petugas Indonesia melepaskan kapal nelayan Malaysia. Namun peringatan itu tidak dihiraukan petugas Indonesia. Mereka tetap menggiring kapal nelayan Malaysia untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Semoga pemerintah melalui Departemen kelautan dan perikanan dapat merampungkan kasus ini sehingga kisruh antara negara serumpun ini tidak berlarut-larut dan kedua negara dapat melangsungkan kehidupan berbegara yang akur bagai si Unyil dan Usro atau bahkan bagai Upin dan Ipin.
Minggu, 03 April 2011
PEMENANG selalu punya keyakinan bahwa apapun yang dia impikan pasti menjadi kenyataan. Pemenang adalah orang yang mempunyai impian yang besar dan berhasil mewujudkan impian tersebut, kemudian dia membuat impian baru yang lebih besar lagi dan sukses mencapainya, demikian seterusnya.
Apa impian Anda saat ini? Lulus Ujian Nasional 2011? Selanjutnya apa lagi? Lulus SNMPTN 2011? Setelah itu apa lagi?
Anda boleh punya impian apa saja, namun yang pasti bahwa impian seorang pemenang tidaklah tercapai dengan sendirinya. Ada langkah-langkah yang harus dilakukan agar impian tersebut menjadi kenyataan, yaitu: menyusun rencana, bertindak, melakukan evaluasi, dan konsisten.
Jadi, kalau Anda punya impian untuk lulus UN yang akan digelar 18 April 2011 yang akan datang, ada 4 langkah yang harus anda lakukan, yaitu:
langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menyusun rencana belajar. Coba hitung berapa hari lagi waktu tersisa mulai dari hari ini sampai dengan pelaksanaan UN 2011. Alokasikan waktu belajar Anda setiap hari per bidang studi sesuai dengan kisi-kisi UN 2011 (Ada 6 mata pelajaran, lho ...). Semakin detil rencana belajar yang Anda susun semakin besar peluang Anda mencapai sasaran. Ingat, dengan perencanaan yang baik berarti Anda sudah menyelesaikan 50% dari pekerjaan Anda.
Langkah kedua, jalankanlah rencana belajar tersebut dengan komitmen yang tinggi. Singkirkan segala penghalang dan jangan mau tergoda oleh gangguan apapun yang membuat Anda mangkir dari rencana belajar yang telah ditentukan. Ingat, impian tanpa tindakan hanyalah sebuah ilusi.
Langkah ketiga, lakukan evaluasi apakah hasil yang Anda peroleh sudah sesuai dengan yang diharapkan. Anda bisa saja merevisi rencana belajar yang telah ditetapkan agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Misalnya, kalau Andstudya merasa porsi jam belajar bidang studi Fisika perlu ditambah, sementara jam belajar bidang studi Bahasa Indonesia dapat dikurangi, just do it.
Langkah keempat, lakukanlah semuanya dengan konsisten, jangan angin-anginan (hari ini belajar, besok bolong). Ingat, setiap perjuangan memerlukan pengorbanan. Ada harga yang harus dibayar oleh setiap pemenang untuk mencapai impiannya. Sukses UN 2011 san SNMPTN 2011.
Kita adalah Bibit Pemenang
Jangan takut menghadapi SNMPTN 2011
Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) masih merupakan ajang seleksi paling ketat yang ada di negeri kita ini. Bayangkan saja, pada SNMPTN tahun 2010 yang lalu sebanyak 447.201 siswa bersaing untuk memperebutkan 88.401 kursi yang tersedia pada Perguruan Tinggi Negeri se Indonesia. Melihat persaingan yang super ketat ini, banyak siswa yang merasa pesimis dan takut sebelum bertanding.
Sebetulnya kita tidak perlu harus gentar menghadapi persaingan seperti itu karena kita semua adalah orang-orang yang luar biasa. Jangankan bersaing dengan 447.201 siswa, kita bahkan pernah mengalahkan 300 juta pesaing. Ya, 300 juta pesaing. Jadi, di dalam diri kita ada benih pemenang. Kita memiliki potensi yang luar biasa.
Proses terbentuknya sebuah kehidupan, dimulai dari bertemunya sel sperma dengan sel telur. Pada saat sel sperma keluar jumlahnya bisa mencapai 300 juta. Saat itu terjadi kompetisi yang sangat ketat, karena dari 300 juta sel sperma tersebut hanya satu sel yang bisa membuahi sel telur. Saat melewati daerah dengan tingkat keasaman tertentu dalam perjalanannya menuju sel telur, banyak sel sperma yang tidak tahan hingga 99,9% sel sperma mati sebelum sampai ke sel telur. Yang lebih luar biasa lagi, besarnya spermatozoid hanyalah 1 mikron (1 milimeter = 1.000 mikron) padahal jarak antara vagina dan sel telur mencapai 10 cm. Artinya, spermatozoid tersebut harus menempuh perjalanan sepanjang 10 cm untuk mencapai sel telur. Dibandingkan dengan ukuran sel sperma yang sangat kecil, tentu jarak 10 cm tersebut adalah jarak yang sangat jauh. Kalau dibandingkan dengan ukuran tubuh manusia, maka jarak yang ditempuh oleh sel sperma setara dengan 150 km jarak yang harus ditempuh oleh manusia! Luar biasa bukan?
harusnya sekarang kita sadar bahwa kita berasal dari benih pemenang. Untuk bisa lahir di dunia ini, kita telah membuktikan bahwa kita adalah yang terbaik di antara 300 juta pesaing. Dengan keyakinan ini, apakah kita masih perlu khawatir menghadapi SNMPTN yang hanya diikuti 447.201 pesaing?
kita mempunyai potensi yang luar biasa untuk menang, mari gunakan semua daya upaya mulai hari ini untuk menggapai cita-cita kita masing-masing. Tidak ada istilah terlambat untuk memulai sesuatu yang baru. Bersemangatlah wahai para pemenang. ^_^
Rabu, 23 Maret 2011
Perjuangan dimasa-masa terakhir putih abu-abu
Meskipun lagi sibuk-sibuknya ujian akhir, saya tetap posting di blog saya tercinta. Seminggu saja tidak hadir d blog, rasanya sudah banyak uneg2 yang ingin diceritakan disini. Oke, kayaknya langsung aja ke topik permasalahannya.
Senin tanggal 14 Maret 2011
Ujian akhir sekolah mulai dilaksanakan dengan ujian pembukannya Bahasa Indonesia. Tepat pukul 8.00 am, ujian dimulai. Satu per satu soal mulai ku baca. Entah kenapa, baru 4 soal yang baru aku baca, tiba-tiba keringat ku mengalir. Kalian tau knapa? Pasti nggak tau karena aku belum cerita. Keringat dingin itu tiba-tiba muncul karena aku merasa soal ujiannya terlalu sulit dan sangat jauh melenceng dari SKL. Bisa dikatakan soal ujiannya enggak bermutu (maap ye Pak,Bu yang bikin soal) Padahal sebelumnya aku telah belajar dan membaca soal-soal ujian tahun sebelumnya. Biasanya, aku bisa dikatakan mampu untuk menaklukkan soal2 setingkat soal SNMPTN yang dikenal angker (bukan bermaksud untuk sombong). Namun, pagi ini aku merasa kemampuan itu serasa hilang dari otakku. lebih kurang selama 96 menit aku berjuang menaklukkan soal, aku akhirnya menyerah dan mengumpulkan lembaran jawabannya. Alhamdulillah, 50 soal bisa ku jawab. Namun, aku tidak begitu puas dengan semua jawabanku. Ya sudahlah, lupakan ujian Bahasa Indonesia. Sekarang kita beralih ke ujian berikutnya.
Selasa, 15 maret 2011
Hari ini jadwal ujiannya bahasa Jepang dan Biologi. Cukup sulit memang. Bisa dikatakan aku kurang menguasai kedua mata pelajaran ini. Nilai bahasa jepang dan biologiku biasa-biasa saja. Maklum, aku tidak begitu menyukai mereka berdua. Namun, disinilah letak kasih sayang Allah. dan disinalah kita bisa melihat semangat gotong-royong yang melekat pada jiwa masyarakat Indonesia. Aku mendapat seorang dewi penolong. Di postingan sebelumnya aku pernah mendeskripsikan dewi penolongku ini (baca : Mereka teman terbaikku). Didip, begitulah sapaan akrabnya. Gadis bertubuh mungil ini mengerjakan 2 paket soal bahasa Jepang, lalu mengirim jawabannya melalui pesan singkat (SMS-red). Aku tak tau bagaimana mengucapkan terimakasih atas bantuan Didip. Pengorbanannya sangat beresiko karena pada saat ujian bahasa Jepang pengawas ujiannya adalah seorang guru yang anti mencontek. Aksi nekat Didip bisa saja berakibat fatal. Sebab. sewaktu kelas X, ada seseorang yang satu ruangan ujian denganku ketahuan lagi buka bahan ajar ketika ujian. Dengan sigap, guru tersebut menyita bahan ajar dan menjadikannya sebagai barang bukti kecurangan ujian. Kembali ke topik, Parahnya lagi, sewaktu ujian aku dan didip berbeda paket soal. Aku paket A dan Didip paket B. Didip berusaha menukarkan soal dengan temannya agar dapat membantu aku dan teman-teman untuk mengerjakan ujian bahasa Jepang. Melalui postingan ini aku ingin mengucapkan terima kasih kepada Didip yang telah memudahkan aku dalam mengerjakan ujian, semoga Allah juga memudahkan jalanmu menuju Teknik Arsitektur UGM.
Rabu, 16 Maret 2011
Hari ini materi ujiannya bahasa Inggris dan TI. Sepertinya tidak terlalu sulit, sehingga aku tidak bisa menceritakan apapun.
Kamis, 17 Mart 2011
Pagi-pagi diperjalanan k sekolah, ada bahaya yang datang mengancam. Pagi ini aku berangkat ke sekolah bareng Ramagita Iswara (baca : Gita) yang siap sedia menawarkan tebengan kepadaku. Namun baru beberapa meter meninggalkan rumah Gita, seseorang dengan seragam hijau stabilo meniup peluitnya dan menyuruh Gita menghentikan laju motornya. Dengan ramahnya beliau berkata, " Ini adek yang dibelakang (akulah orang yang dimaksud) kenapa tidak pakai helm?". Dengan sedikit senyuman cengar-cengir kami melempar senyuman kepada Polisi tersebut. Upppss,, ternyata lagi ada razia kendaraan bermotor dan parahnya kami tidak sadar lagi ada razia. " Adek ada SIM dan STNK?" tanya polisi tersebut. "Ada , Pak!" jawab Gita sambil menmberikan SIM dan STNKnya. Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba. Surat tilangpun dikeluarkan Pak polisi. parahnya lagi, Polisi tersebut terlalu lama mengisi surat tilang. Padahal jam telah menunjukkan pukul 07.14, itu artinya aku dan Gita hampir saja telat. Uhh 07.18,, akhirnya surat tilang pun dikantongi dengan perasaan GALAU. Untung saja polisi sedikit berbaik hati dengan memberikan kami sedikit ceramah (udah kena tilang gini masih sempat2nya bilang untung. #Maap yee Git, gara-gara Miche Gita kena tilang). Tanpa buang-buang waktu, Gita langsung tancap gas karena takut terlambat. Maklum hari ini materi ujiannya matematika dan PKn. Sepertinya cukup sulit, namun ternyata nggak sesulit yang dibayangkan. Untuk ujian matematika hanya beberapa soal yang tak bisa ku jawab. Itu pun soalnya memang tidak ada pilihan jawabannya. Berkali-kali aku mengulangi mencari jawabannya (kalau saja aku salah hitung). Setelah aku bertanya kepada beberapa temanku (maklum, semangat gotong-royong) ternyata memang tidak ada jawaban. Okelah, aku optimis untuk ujian matematika. Setelah ujian matematika masih ada ujian Kwn yang akan aku ceritakan. Untuk mata pelajaran Pkn alias Kwn, tidak begitu sulit kurasakan sebab aku telah mendapat kisi-kisi soal sebelumnya. Akhirnya ujian hari ini berlangsung cukup sakses.
Jumat, 18 Maret 2011
Paginya aku cukup deg-degan kalau kalu aku dapat pengawas yang tidak berperikesiswaan (yang tidak mengerti arti sebuah contekan). Maklum saja, aku memang tidak hafal rantai2 eter, ester, keton dan benzene. Namun, akhirnya lagilagi aku dapat bala bantuan. Kali ini Ami menawarkan bantuan untuk membantu mengisi bulatan-bulatan abo ku. Kesimpulannya :: UJIAN KIMIA SUKSES::. Nah, lepas dari ujian kimia, ujian sejarahpun datang menghadang. Namun ujian sejarah tak begitu membuat jantungku berdegup. Sejarah adalah salah satu mata pelajaran favorit aku sehingga sejarah dari zaman pra aksara hungga zaman reformasi melekat erat diotakku. Tak tanggung-tanggung untuk ujian sejarah, akulah yang jadi sumber jawabannya (bukan maksudnya untuk sombong, namun ini hanya untuk menutupi kekuranganku pada pelajaran yang lain). Meskipun akhirnya pengawas ujian menghentikan aksiku dalam membantu mengisi lembaran jawaban temanku. Hari ini, lagi-lagi ujianku sukses.
Sabtu 19 Maret 2011
Hari ini terasa bagaikan ujian hari terakhir. Padahal masih ada 1 mata ujian lagi di hari senin yaitu Ujian Agama. Lagilagi aku berharap pengawas ujiannya berbaik hati karena hari ini ujian Fisika. Ternyata doaku masih didengar Allah. Ujian hari ini berlangsung lancar lagi-lagi karena semangat gotongroyong yang menggelora pada jiwa setiap siswa. Hahahahaa,. Nah, lepas dari fisika, ujian Olahraga pun telah menanti. mau tau gimana cerita tentang ujian Olahraga? Baca terus nihh,, ternyata semua soal2 ujiannya sama persis dengan kisikisi soal. Hanya dengan membaca sepintas soal ujian, aku berhasil membulatkan 50 bulatan abo dengan perkiraan benar 100 %. Meskipun aku berhasil menjawab semua soal, itu bukan berarti aku pintar. Sebab, hampir semua siswa bernasib sama dengan aku. Sampai-sampai pengawas ujianpun kaget karena kami mengerjakan ujian dalam waktu yang sangat singkat (10 menit). Lagi ah,,hahhahaha...
Senin, 21 Maret 2011
Nah, hari ini memang benar-benar ujian hari terakhir. Hanya tersisa 1 mata pelajaran yaitu agama. Bukan meremehkan, aku bahkan tidak mempersiapkan apapun untuk ujian hari ini. Aku hanya mengandalkan kemampuan agama yang aku miliki (maklum, sejak kecil mama membekaliku dengan pengetahuan agama). Dengan sedikit mengandalkan Feeling, aku berhasil menaklukkan 50 soal meskipun soal terakhir sangat tidak masuk akal (soal 50 paket A. Siapa pendiri Universitas Al Azhar? padahal paket B yang ditanya hanya universitas tertua di Mesir. Benar-benar tidak adil). Tapi nggak apa-apalah. Meskipun gagal meraih nilai 100, aku cukup puas dengan nilai berkepala 9. ahh,,, semoga saja.
Senin, 21 Maret 2011
Nah, hari ini memang benar-benar ujian hari terakhir. Hanya tersisa 1 mata pelajaran yaitu agama. Bukan meremehkan, aku bahkan tidak mempersiapkan apapun untuk ujian hari ini. Aku hanya mengandalkan kemampuan agama yang aku miliki (maklum, sejak kecil mama membekaliku dengan pengetahuan agama). Dengan sedikit mengandalkan Feeling, aku berhasil menaklukkan 50 soal meskipun soal terakhir sangat tidak masuk akal (soal 50 paket A. Siapa pendiri Universitas Al Azhar? padahal paket B yang ditanya hanya universitas tertua di Mesir. Benar-benar tidak adil). Tapi nggak apa-apalah. Meskipun gagal meraih nilai 100, aku cukup puas dengan nilai berkepala 9. ahh,,, semoga saja.
Langganan:
Postingan (Atom)




